November 28, 2020
kategori keluarga sehat

Apakah kamu termasuk dalam Kategori Keluarga Sehat? Yuk Cek di sini!

Demi menyukseskan visi Menuju Indonesia Emas 2045, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mulai mencanangkan program Keluarga Sehat sejak 2015 silam. Menilik dari rencana pelaksanaannya, program Keluarga Sehat dilaksanakan selama empat tahun lamanya, yakni mulai 2015 hingga 2019. Meski jangka waktu pelaksanaan program berakhir pada tahun lalu, namun tak ada salahnya untuk mengecek apakah keluarga Anda sudah masuk ke dalam kategori Keluarga Sehat atau belum.

Selain sebagai bentuk kesadaran penuh terhadap jaminan kesehatan keluarga, mengetahui indikator Keluarga Sehat juga bisa dijadikan patokan untuk merancang rencana jangka panjang kehidupan keluarga Anda.

Baca Juga: Tips Penting: Membangun Keluarga Sehat di Rumah

Keluarga Sehat merencanakan kelahiran anak melalui program Keluarga Berencana

Keluarga Berencana bukanlah satu program baru yang digalakkan oleh Pemerintah. Dicanangkan sejak orde baru puluhan tahun lalu, program Keluarga Berencana memiliki visi menekan angka kelahiran bayi serta membantu orangtua dalam mempersiapkan komponen pendukung tumbuh kembang anak jauh-jauh hari sebelum dilahirkan.

anak keluarga sehat
(Foto: Unsplash)

Sebagai salah satu indikator Keluarga Sehat, keikutsertaan keluarga dalam program Keluarga Berencana tidak hanya diwujudkan dalam bentuk pelaksanaan KB, tetapi juga turut memantau apakah ada penyuluhan KB di wilayah sekitar dan mengikuti penyuluhan tersebut.

Sobat sehat, sudahkah syarat pertama ini dipenuhi oleh keluarga inti tercinta?

Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Resmi

Meski telah memasuki era posmodern, praktik dukun beranak masih tetap dijalankan. Persalinan dengan jalan ini tentu jauh dari kata higienis serta profesional. Bahkan tak jarang turut mengancam nyawa bayi dan sang ibu.

bayi keluarga sehat
(Foto: Unsplash)

Melahirkan bayi di fasilitas kesehatan resmi, seperti bidan maupun rumah sakit tentu memperkecil risiko tersebut. Apabila terjadi hal yang tidak diinginkan, penanganan medis yang tepat tentu bisa diterapkan secepatnya. Nah, pastikan keluarga sobat sehat telah melaksanakan anjuran ini ya!

Bayi secara rutin mendapatkan ASI Ekslusif, Imunisasi serta Pengecekan Tumbuh Kembang

asi keluarga sehat
(Foto: Unsplash)

Sudah menjadi suatu kewajiban tersendiri bahwasanya bayi yang baru saja lahir harus memperoleh perawatan khusus, begitu pula dengan sang ibu. Setelah penanganan medis pasca melahirkan diterapkan kepada ibu dan anak, maka langkah selanjutnya yang harus ditempuh adalah memberikan ASI eksklusif, rutin mengikuti imunisasi sesuai tingkatan usia, serta mengecek tumbuh kembang bayi secara berkala.

Hal ini dimaksudkan agar setiap hambatan dalam proses tumbuh kembang anak segera bisa dilacak sejak dini. Sehingga, kasus stunting dapat ditekan dan dicegah semaksimal mungkin. Pastikan melakukan pengecekan berat, tinggi hingga respon bayi terhadap gejala di sekitarnya di fasilitas kesehatan resmi.

Bagi keluarga dengan keluhan penyakit khusus, mendapatkan penanganan medis sesuai standart

dokter keluarga sehat
(Foto: Unsplash)

Meskipun dinamakan program Keluarga Sehat, tidak lantas membebaskan para anggota dari gangguan kesehatan. Penderita Tuberkulosis, Hipertensi maupun penyakit lainnya wajib mendapatkan penanganan medis dan pengobatan sesuai standart.

Kesadaran para anggota keluarga terhadap berbagai gejala penyakit harus ditumbuhkan sedini mungkin. Terlebih saat ini kita tengah dipusingkan dengan adanya pandemi Corona. Apabila Anda menemukan anggota keluarga dengan gejala flu tak biasa, ada baiknya segera memeriksakan diri ke dokter dan anggota keluarga lain melakukan karantina mandiri. Penanganan yang cepat dan tepat mampu mewujudkan Keluarga Sehat Bebas Corona. Berkonsultasi ke dokter di puskesmas, klinik maupun rumah sakit setempat menjadi salah satu jalan yang bisa ditempuh untuk menekan risiko penyakit pengancam nyawa anggota keluarga Anda, termasuk Corona maupun penyakit lainnya.

Keluarga Sehat juga wajib bebas dari rokok

keluarga sehat anti rokok
(Foto: Unsplash)

Rokok mengandung berbagai senyawa berbahaya yang bisa mengancam kesehatan, baik bagi perokok aktif maupun pasif. Menghindari rokok tentu bisa menyelamatkan keluarga dari risiko penyakit mematikan, seperti serangan jantung dan gangguan bagi ibu hamil maupun janin.

Menghadirkan udara bersih dan bebas asap rokok di rumah juga bisa membuat pikiran menjadi lebih rileks. Sehingga kesehatan jiwa maupun raga bisa tetap terjaga.

Semua anggota keluarga terdaftar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional

asuransi keluarga sehat
(Foto: Unsplash)

Tidak ada yang bisa menjamin apakah anggota keluarga Anda terbebas sepenuhnya dari ancaman penyakit. Mendaftarkan seluruh anggota keluarga yang tercantum di dalam Kartu Keluarga (KK) ke program Jaminan Kesehatan Nasional bisa menjadi alternatif untuk meminimalisir pembengkakan anggaran rumah tangga.

Asuransi kesehatan yang ditangani langsung oleh Pemerintah ini menyediakan segudang manfaat. Para pemegang asuransi wajib membayar premi setiap bulannya untuk bisa mengakses fasilitas kesehatan secara gratis. Bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah, pemerintah telah menyediakan asuransi kesehatan KIS atau Kartu Indonesia Sehat, yang preminya akan ditanggung oleh pemda/pemkab/pemkot setempat.

Tersedia akses air bersih serta menggunakan jamban sehat

air bersih keluarga sehat
(Foto: Unsplash)

Indikator ini menjadi salah satu syarat suatu keluarga termasuk ke dalam kategori Keluarga Sehat. Air bersih mestinya tidak hanya diperoleh di kediaman masing-masing, tetapi juga di tempat umum. Keluarga dapat memanfaatkan fasilitas PDAM maupun membuat sumur yang tidak bersumberkan air tercemar.

Selain air bersih, keluarga sehat juga wajib memiliki jamban yang bersih serta sehat. Saluran pembuangan juga harus berjarak cukup jauh dari sumur, karena kandungan kimiawi dalam kotoran manusia sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup.

Tak hanya memprioritaskan kesehatan fisik, anggota keluarga dengan gangguan jiwa juga perlu mendapatkan penanganan khusus

perhatian keluarga sehat
(Foto: Unsplash)

Gangguan jiwa atau mental bukanlah satu aib yang harus ditutupi. Lima tahun belakangan, kesadaran akan kondisi mental telah ditumbuhkan sejumlah aktivis, terutama para psikolog dan pemerhati kejiwaan. Apabila mengalami sejumlah keluhan terkait kondisi psikis, tak ada salahnya berkonsultasi dengan tenaga medis yang ahli dalam bidang kejiwaan.

Para anggota keluarga juga wajib memberi dukungan moril bagi penderita gangguan kejiwaan ini, baik yang telah divonis dengan penyakit jiwa tertentu maupun yang tengah berada dalam pengawasan dokter. Dukungan orang terdekat diklaim mampu memompa semangat hidup dari pasien dengan kondisi kejiwaan yang terganggu.

Nah, dari paparan di atas, apakah keluarga di rumah sudah termasuk ke dalam kategori Keluarga Sehat?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *